Tanda kali dan asal-usulnya
Tanda perkalian × juga disebut tanda kali. Matematikawan Inggris William Oughtred dianggap sebagai pencetus yang memperkenalkannya pada 1631. Gottfried Leibniz tidak menyukainya karena mudah tertukar dengan huruf x, dan ia lebih memilih titik yang terangkat, itulah sebabnya buku aljabar sering menulis a ⋅ b atau sekadar ab.
Kini × adalah tanda standar dalam aritmetika dan matematika sekolah. Ia juga menunjukkan dimensi (20 × 30 cm), resolusi layar (1920 × 1080), tingkat zoom (2×) dan, dalam botani, tanaman hibrida.
× vs x vs * vs ⋅
Huruf x hanya mirip, bukan tanda matematika. Posisinya lebih rendah, di banyak font lebih sempit, dan pembaca layar membacanya sebagai "eks". Gunakan × bila memungkinkan, terutama di tabel cetak dan ukuran produk.
Tanda bintang * adalah yang dipakai komputer: Excel, Google Sheets, dan hampir semua bahasa pemrograman menulis =A1*B1 atau 3 * 4, karena × tidak pernah menjadi bagian dari set karakter ASCII. Operator titik ⋅ umum dalam aljabar dan fisika; ia karakter yang berbeda dari titik tengah · yang dipakai dalam teks. Dalam matematika vektor, a ⋅ b adalah hasil kali titik dan a × b (atau ⨯) adalah hasil kali silang.
Mencari X dekoratif untuk daftar centang atau tombol tutup? Itu ada di halaman simbol X.
Cara mengetik tanda perkalian
Di Windows, tahan Alt dan ketik 0215 di numpad. Keyboard Mac AS tidak punya pintasan Option untuk ×, jadi buka Penampil Karakter dengan Control + Command + Space dan cari "multiplication". Di Microsoft Word, ketik 00D7 lalu tekan Alt + X.
Di Android dengan Gboard, × ada di halaman simbol kedua (?123, lalu =\<). Di LaTeX, gunakan \times untuk × dan \cdot untuk ⋅. Di HTML, tulis ×. Untuk operasi kebalikannya, lihat simbol pembagian ÷, dan untuk pangkat seperti 3², halaman simbol kuadrat.