Dari blackletter ke "Old English"
Blackletter, disebut juga aksara Gotik, adalah tulisan tangan utama untuk buku di sebagian besar Eropa Barat sejak sekitar abad ke-12, dan Gutenberg mencetak Alkitabnya dengan huruf blackletter sekitar tahun 1455. Bentuk Jermannya, Fraktur, tetap dipakai sehari-hari di Jerman hingga pertengahan abad ke-20.
"Old English" hanyalah nama populer untuk tulisan ini di negara-negara berbahasa Inggris. Bahasa Inggris Kuno, bahasa Beowulf, ditulis dengan aksara Insular yang lebih tua, bukan blackletter. Kini gaya ini lekat dengan kepala surat kabar, ijazah, tulisan tato, dan logo musik heavy metal.
Huruf Fraktur di Unicode
Generator memakai huruf Mathematical Fraktur dan Mathematical Bold Fraktur, yang dipakai matematikawan untuk objek seperti aljabar Lie (๐ค). Lima huruf kapital biasa, โญ โ โ โ dan โจ, dikodekan lebih awal di blok Letterlike Symbols, tempat โ dan โ menandai bagian real dan imajiner bilangan kompleks. Di beberapa font, kelima huruf ini tampak sedikit berbeda dari yang lain.
Bold Fraktur (๐ญ๐๐๐) punya alfabet lengkap plus angka tebal, jadi tampak lebih rata. Fraktur biasa tidak punya angka, jadi angka tetap polos.
Tips untuk teks gotik
Huruf kapital blackletter sulit dibedakan: โ (I) dan ๐ (J) hampir kembar, dan satu kalimat penuh dalam Fraktur lambat dibaca. Pakai untuk nama, judul, atau satu kata yang mencolok, dan biarkan sisa bio-mu polos. Pembaca layar mungkin membaca setiap huruf sebagai "mathematical fraktur" diikuti hurufnya, jadi jangan taruh informasi penting di dalamnya.
Padukan huruf gotik dengan salib, pedang, atau mahkota untuk kesan abad pertengahan. Untuk kaligrafi yang lebih lembut, gaya script di sini dan generator teks sambung lebih mudah dibaca.