Tiga sistem tulisan Jepang
Bahasa Jepang memadukan tiga aksara. Hiragana (あ い う) menulis akhiran tata bahasa dan kata asli, katakana (ア イ ウ) menulis kata serapan asing, nama, dan efek suara, dan kanji (愛 夢 心) adalah karakter yang dipinjam dari bahasa Tionghoa dan membawa makna. Satu kalimat sering memakai ketiganya.
Setiap kanji biasanya punya beberapa cara baca. Label di atas memberi makna dan bacaan yang umum, jadi 心 adalah kokoro (hati, pikiran) dan 夢 adalah yume (mimpi). Kalau kamu ingin kanji untuk tato atau logo, periksakan dulu ke penutur asli, karena maknanya bisa bergeser menurut konteks.
Mengapa ツ dan ッ terlihat seperti smiley
Katakana ツ (tsu) terlihat seperti wajah tersenyum, itulah sebabnya ia menjadi wajah pada shrug ¯\_(ツ)_/¯. ッ yang kecil bukan bunyi tersendiri: dalam bahasa Jepang ia menggandakan konsonan berikutnya, seperti pada カップ (kappu, cangkir). ㋡ menaruh ツ di dalam lingkaran untuk smiley instan.
シ (shi) dan ツ (tsu) mudah tertukar. Pada シ dua goresan pendek ada di kiri dan goresan panjang menyapu ke atas; pada ツ keduanya ada di atas dan goresan panjang menyapu ke bawah. Trik yang sama membedakan ン (n) dari ソ (so). Temukan lebih banyak wajah yang dibuat dari karakter ini di halaman kaomoji.
Tanda Jepang dan cara mengetiknya
〒 adalah tanda pos Jepang, ditulis sebelum kode pos, dan 🔰 adalah tanda pemula yang dipasang pengemudi yang baru berlisensi di Jepang pada mobil mereka. 々 mengulang kanji sebelumnya, seperti pada 人々 (hitobito, orang-orang), dan 💮 adalah tanda yang dipakai guru Jepang untuk pekerjaan yang bagus.
Untuk mengetik bahasa Jepang sendiri, tambahkan keyboard Jepang di pengaturanmu: Microsoft IME di Windows, Japanese Romaji di Mac, atau keyboard Jepang di iPhone dan Gboard. Ketik kata dalam romaji, seperti “sakura”, lalu tekan Spasi untuk mengubahnya menjadi 桜. Untuk karakter Tionghoa dengan pinyin, lihat simbol Tionghoa.